SF Hariyanto gubernur pertama di Indonesia peroleh gelar ASEAN Engineer

Frislidia
Frislidia Pemred
21 Oktober 2026 • 6 Pembaca
SF Hariyanto gubernur pertama di Indonesia peroleh gelar ASEAN Engineer
📸 Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir. H. S.F. Hariyanto, MT., IPU., ASEAN Eng., saat menerima ASEAN Engineer (ASEAN Eng.) dalam rangkaian kegiatan Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Bandung – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir. H. S.F. Hariyanto, MT., IPU., ASEAN Eng., memperoleh pengakuan profesional tingkat regional sebagai ASEAN Engineer (ASEAN Eng.) dalam rangkaian kegiatan Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

"Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Provinsi Riau sekaligus menandai semakin kuatnya eksistensi dan daya saing insinyur Indonesia dalam komunitas keinsinyuran tingkat ASEAN. Dengan capaian tersebut, SF Hariyanto mencatatkan sejarah sebagai gubernur pertama di Indonesia yang memperoleh gelar ASEAN Engineer," kata Ketua PII Wilayah Riau, Ulul Azmi.

Ia mengatakan keberhasilan SF Hariyanto memperoleh pengakuan ASEAN Engineer merupakan bukti bahwa kepemimpinan pemerintahan dapat berjalan beriringan dengan kompetensi dan profesionalisme keinsinyuran. Seorang pemimpin daerah selain dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan,  juga kompetensi profesional yang diakui secara regional. 

"Prestasi diraih pak SF Hariyanto, menjadi teladan bagi seluruh insinyur di Provinsi Riau dan Indonesia," katanya.

ASEAN Engineer merupakan pengakuan profesional keinsinyuran tingkat regional yang diberikan melalui ASEAN Engineering Register (AER) di bawah naungan ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO). Pengakuan ini diperuntukkan bagi insinyur yang memenuhi persyaratan pendidikan, kompetensi, pengalaman profesional, pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta etika keinsinyuran.

Gelar ASEAN Engineer representasi kredibilitas, kapasitas, dan pengalaman seorang insinyur dalam menjalankan tanggung jawab keinsinyuran. Pengakuan tersebut juga memperluas peluang jejaring profesional dan kolaborasi antarinsinyur di kawasan ASEAN, meskipun tidak secara otomatis menjadi izin praktik di seluruh negara anggota.

Dalam momentum tersebut, SF Hariyanto didampingi Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ir. Ulul Azmi, ST., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., Sekretaris PII Wilayah Riau, Ir. Angga Islam Darmawan, jajaran pengurus cabang PII se-Provinsi Riau, serta Dewan Penasihat PII Wilayah Riau, Ir. H. Irving Kahar Arifin, ME., IPU., ASEAN Eng.