Alumni 1976, SMP 1 Pekanbaru rawat persaudaraan yang sudah 50 tahun
Pekanbaru-Alumni 1976, SMP 1 Pekanbaru yang datang dari Surabaya, Bandung, Jakarta, Medan, Sumatera Barat, serta berbagai kabupaten di Provinsi Riau itu, kini masih merawat persaudaraan yang sudah 50 tahun dalan ajang silaturrahim "Kilau Emas 50 Tahun", bertema mengenang masa indah, mempererat kebersamaan, dan menginspirasi masa depan.
"Lima puluh tahun bukan sekadar angka, melainkan sebuah perjalanan panjang yang menyimpan tawa di ruang kelas, persahabatan, dan rindu yang tak pernah benar-benar pergi," kata Ketua Ikatan Alumni SMP.1-76 (IKASPENSA 76) Hazman.

Ajang reuni yang digelar pada Sabtu (19/9) 2026, kata Hazman, disebuah hotel di Pekanbaru itu, menjadi ruang pulang bagi para sahabat lama dan reuni ini terasa semakin istimewa karena diikuti alumni yang datang dari luar provinsi Riau, serta berbagai kabupaten di Provinsi Riau.
Jarak yang selama ini memisahkan para alumni, katanya, seakan luruh oleh kerinduan untuk kembali bersua.
Peserta sebelumnya menjalani registrasi dan penyematan nametag saat memasuki ruangan dengan iringan musik akustik lawas. Mereka duduk berdasarkan kelas masing-masing, menghadirkan kembali suasana sekolah yang pernah menjadi bagian indah kehidupan setengah abad silam itu.
Acara dipandu Honda Rizal dan Radiana, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin Meriyanti. Nurmawilis menyampaikan laporan keuangan, sedangkan Ketua Panitia Herijon menyampaikan laporan pelaksanaan Reuni Emas.
Pada acara berkesan itu, Ketua Ikatan Alumni SMP.1-76 (IKASPENSA 76), Hazman, juga didaulat membawakan lagu "Don’t Forget to Remember" bersama Prof. Zulkarnaen.
Momen kebersamaan itu makin berkesan saat digelar penyerahan kenang-kenangan kepada Prof. Zulkarnaen, sebelum Septina Primawati selaku Ketum IKASPENSA yang kebetulan juga alumni 1976 memberikan sekapur sirih dan arahan.
Doa bersama yang dipimpin Cipto menjadi sarana bersyukur atas kesempatan bertemu kembali. Foto per kelas dan foto seluruh alumni kemudian mengabadikan wajah-wajah yang mungkin telah berubah, tetapi tetap menyimpan persahabatan yang sama. Line dance yang dikoordinasikan Meriyanti menambah semarak kebersamaan itu.
Selepas makan siang, sesi “Kangen-kangenan”, sharing session, tebak wajah jadul, door prize, dan musik nostalgia 1970-an akan menghidupkan kembali cerita masa sekolah. Koes Plus, Panbers, Bimbo, The Mercy’s, hingga Bob Tutupoly menjadi pengantar menuju lorong kenangan.
Pertemuan berlanjut Minggu, 20 September 2026, dengan olahraga pagi di halaman Masjid Agung An-Nur dan ramah tamah di Café Ilir, tepian Sungai Siak. Kilau Emas 50 Tahun akhirnya bukan sekadar reuni, melainkan perayaan persahabatan: lima dekade berlalu, ribuan cerita terungkap namun satu kerinduan tetap sama—kembali bertemu dan berkata, "Kawan, betapa bahagianya kita masih diberi waktu untuk bersama".