Bulan Imunisasi Kejar Nasional 1-31 Oktober sasar puluhan ribu anak
Pekanbaru- Pemerintah Provinsi Riau kini menggiatkan puluhan ribu baduta dan balita di daerah itu untuk mendapatkan imunisasi sesuai usia secara lengkap guna membentuk kekebalan tubuh aktif secara spesifik agar anak terhindar dari penularan penyakit menular yang berbahaya, cacat, hingga kematian.
Imunisasi digelar dalam program Bulan Imunisasi Kejar Nasional pada 1-31 Oktober 2026, khususnya meningkatkan cakupan imunisasi anak yang belum lengkap sekaligus penurunan ZeroDose disetiap wilayah.
Menurut Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Patricia, prioritas pemberian imunisasi dalam kegiatan tersebut adalah DPT dosis pertama bagi anak yang belum mendapatkan. Akan tetapi jika ditemukan anak yang belum mendapatkan jenis imunisasi lain, maka pelayanan dapat diberikan sesuai jadwal dan ketentuan imunisasi kejar.
"Prioritas pemberian imunisasi itu DPT 1 sebagai bentuk intervensi 'zero dose', sedangkan sasaran kegiatan mencakup bayi usia 0-11 bulan yang belum mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib dosis pertama atau zero dose. Selain itu, baduta usia 12-23 bulan," katanya.
Pelaksanaan imunisasi dapat dilakukan di puskesmas, jejaring fasilitas pelayanan kesehatan, Posyandu, pos pelayanan imunisasi, maupun fasilitas pelayanan kesehatan swasta seperti rumah sakit, praktik dokter, dan praktik bidan.
Selain bayi dan baduta, kegiatan juga dapat menyasar anak usia sekolah dasar, khususnya di kabupaten/kota yang capaian Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)-nya masih rendah. Berikutnya wanita usia subur yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau belum lengkap sesuai jadwal juga termasuk sasaran sesuai ketentuan program.
Berdasarkan data Dashboard Imunisasi Nasional yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau, jumlah balita dan anak di Riau yang telah menerima imunisasi sepanjang tahun 2026 terbagi ke dalam dua kategori cakupan berikut: Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) untuk bayi usia di bawah 1 tahun, tercatat sebanyak 33.674 anak atau mencapai 29,59 persen dari total target sasaran daerah, menempatkan Riau di peringkat ke-8 nasional.
Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) untuk anak bawah dua tahun (usia 12–23 bulan), tercatat sebanyak 28.443 anak atau sekitar 25,28 persen menempatkan Riau di peringkat ke-12 nasional.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau juga mencatat masih adanya tantangan berupa 31.909 anak yang masuk dalam kategori zero dose (belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali) pada tahun 2026. Karena itu pemerintah daerah menyelenggarakan Bulan Imunisasi Kejar Nasional guna melengkapi status imunisasi anak-anak yang tertinggal.