Dirjen Bimas Islam: 673 penyuluh berperan penting sebagai penggerak perubahan moral
Pekanbaru- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, mengatakan di Riau tercatat 673 penyuluh yang berperan penting sebagai penggerak perubahan moral.
"Artinya penyuluh agama bertugas membimbing, memberi teladan, dan mengarahkan masyarakat agar memiliki akhlak serta etika yang sesuai dengan ajaran Islam, sehingga tercipta perbaikan perilaku ke arah yang lebih baik," kata Abu Rokhmad, di Pekanbaru, Rabu.
Menurut dia, penyuluh Agama Islam juga sebagai pembimbing, pendidik, dan penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat melalui pendekatan nilai-nilai agama, sekaligus membina keluarga sakinah.
Ia mengatakan bahwa urusan Bimas Islam memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari kehidupan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia.
"Urusan Bimas Islam itu dari lahir sampai liang lahat. Anggaran bisa jadi tidak cukup, tetapi bagaimana dengan keterbatasan itu semuanya tetap bisa terkendali dengan baik. Direktorat Jenderal Bimas Islam memiliki posisi strategis dalam kehidupan keagamaan masyarakat dan menjadi salah satu rujukan dalam urusan keislaman," katanya.
Selain penghulu katanya, penyuluh juga unsur penting yang sama-sama harus menguatkan layanan Bimas Islam. Penghulu dan penyuluh adalah dua sayap pesawat Bimas Islam, keduanya saling membutuhkan dan saling menguatkan," katanya.
Abu Rokhmad juga mengajak KUA menerapkan konsep service after sales, yakni memberikan layanan yang tidak berhenti setelah akad nikah selesai.
"Setelah menikah, jangan dilepas begitu saja. Terapkan layanan pasca nikah. Sentuh kehidupan mereka sampai keluarga. Tanyakan bagaimana keadaan keluarganya, bagaimana kondisi keuangannya, bagaimana kestabilan emosionalnya. Penyuluh harus aktif dan dinamis," katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi menyampaikan bahwa jajaran Kanwil Kemenag Riau memiliki kekuatan sumber daya manusia yang cukup besar semakin dekat dan cepat untuk mendukung pelaksanaan layanan keagamaan di tengah masyarakat.
"Di Kanwil ada 182 ASN, penyuluh 673 orang, pegawai administrasi 749 orang, dan penghulu sebanyak 382 orang. Yang hadir di aula ini berasal dari empat kabupaten/kota, yaitu Pekanbaru, Kampar, Siak, dan Pelalawan,” ujar Muliardi.