Kantor hukum MYLC fokus lakukan upaya hukum selesaikan soal gaji 54 pemain dan ofisial sepakbola Biak Numfor

Frislidia
Frislidia Pemred
11 Juli 2026 • 79 Pembaca
Kantor hukum MYLC fokus lakukan upaya hukum selesaikan soal gaji 54 pemain dan ofisial sepakbola Biak Numfor
📸 Erol Iba, asisten pelastih PSBS Biak Numfor, bertekad akan perjuangkan nasib 54 pemain dan ofisial PSBS Biak Numfor. (Foto:FN/Dok PSBS Biak Nomfor.

erol IbaPadang-  Advokat Eko Kurniawan SH dan  Pusat Studi Hukum dan Humaniora Meester Yamin Law Center (MYLC) mengatakan pihaknya akan fokus melakukan upaya hukum antara lain melayangkan surat somasi kepada pihak menagemen klub Persatuan Sepakbola Biak dan Sekitarnya (PSBS) Biak Numfor, karena diduga masih menunggak gaji pemain dan official setelah berlaga di BRI Liga 1.  

"Sejak beberapa hari terakhir  MYLC intens berkomunikasi dengan Asisten Manager/Asisten pelatih,  PSBS Biak Numfor, Erol Iba, terkait pendampingan hukum, dan MYLC siap mendampingi. Somasi juga kepada PSSI, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan pihak-pihak terkait lain," kata Advokat Eko Kurniawan dari Kantor hukum Eko Kurniawan dan rekan, dalam keterangannya kepada frisnews.com, Sabtu.

Menurut Eko, upaya hukum ini sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib sepak bola Indonesia agar menjadi lebih baik namun terkait adanya dugaan pidana penipuan maka pelaku bisa dijerat pasal 492 KUHP Baru.

Diindikasi ada niat jahat pelaku, katanya, muncul sejak awal untuk memperdaya korban agar menyerahkan barang, memberikan utang, menghapus piutang, maupun membuat pengakuan utang. 

"Pelaku menggunakan cara seperti nama/kedudukan palsu, tipu muslihat, atau rangkaian kata bohong. KUHP baru melakukan perluasan objek dengan menambahkan akibat hukum berupa "membuat pengakuan utang", yang memberikan perlindungan lebih baik dalam praktik bisnis modern," katanya.

Pelatih Erol Iba mengatakan jika persoalan ini viral justru akan menjadi perhatian publik, apalagi momentum Piala dunia juga lagi berlangsung setidaknya membuka mata hati pihak terkait.

"Berbagai upaya telah kita lakukan. Baru baru ini saya sudah melayangkan surat kepada bupati dan wakil bupati Kabupaten Biak Numfor, memohon arahan dan bantuan dari  Bupati Biak Numfor, Bapak Markus Oktovianus Mansnembra. Tolong  panggil Direksi PSBS Biak dan wajib tanda tangan perjanjian dengan PT LIB ," katanya.

Ia menjelaskan, penandatanganan ini menyangkut "hak deposit" untuk official, pelatih, dan pemain. Deposit ini  bisa di cairkan jika ada kesepakatan dari Direksi PSBS yang seharusnya sudah  didristibusikan/ditransfer ke rekening masing-masing (Form rekening sudah di kirim ke PT LIB) untuk 54 delegasi terdiri dari official, coach dan player/pemain itu.

Keterlambatan pengiriman Deposit, katanya pula, diyakini akan membawa PSBS Biak otomatis kena sanksi degradasi ke Liga 3 sesuai regulasi PT LIB. 

"Karena itu kami mohon Bupati Biak Numfor, Bapak Markus Oktovianus Mansnembra segera memanggil Direksi PSBS Biak untuk eksekusi tanda tangan. Ini menyangkut masa depan tim dan marwah kabupeten Biak Numfor di Liga 2.Atas keputusan dan tindak lanjut Bapak, kami tunggu," ujarnya.

Dugaan invoice palsu 

Mantan pemain "kabau sirah" Semen Padang itu juga menjelaskan gaji tertunggak lima bulan, ada dugaan invoice palsu dan lain-lain.

"Tentunya jika sampai ini ke meja hijau maka mantan pemain Arema ini juga bercerita seperti perkara hubungan industrial di PN Gresik pada 2019, saat itu  pembayaran segera gaji yang tertunggak untuk puluhan pemain Persegres Gresik, sudah dikabulkan hakim," katanya.

Pada kasus serupa Erol Iba mengakui bahwa dirinya sempat menarik minat klub raksasa Sydney FC saat dirinya membela Persik Kediri, namun kepindahannya batal karena terkendala masalah uang transfer.

Dampak Finansial Pandemi (2020), saat bertugas sebagai asisten pelatih Persiba Balikpapan, kata Erol Iba, dirinya  secara terbuka mengungkapkan kesulitan ekonomi yang dialaminya beserta keluarganya setelah kompetisi Liga 2 dihentikan akibat pandemi.

Ia menikahi Liza Fitri Yenni ketika membela klub dari Tanah Minang tersebut. Selain itu, Semen Padang juga menjadi tempat yang berperan penting dalam perjalanan spiritualnya hingga akhirnya memutuskan memeluk agama Islam.

"Dari semua klub yang saya bela, yang paling berkesan di Semen Padang. Di Semen Padang saya pertama kali bermain dan di Padang saya mendapat istri. Yang paling berkesan lainnya adalah saya mendapat hidayah untuk hijrah menjadi seorang mualaf juga di Semen Padang,” demikian Erol Iba. 

editor: frisnews.com.