Menag: hidup damai tergantung peran manusia menjaga alam dengan baik
Jakarta- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memandang bahwa setiap orang jika ingin hidup damai di muka bumi maka mereka harus merawat dan memelihara alam namun jika merusak alam, mengeksploitasi alam melampaui batas, sama artinya mengundang kiamat itu akan datang lebih awal berupa bencana galodo, banjir bandang dan lain lain.
"Para imam memiliki posisi strategis untuk menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat, sebab kedekatan imam dengan umat dan legitimasi keagamaan yang dimiliki dapat menjadi modal untuk menerjemahkan kepedulian terhadap lingkungan ke dalam nilai-nilai yang dipahami dan diamalkan masyarakat," kata Menag RI Nasarudidin Menag saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat.
Sementara itu Menag saat menghadiri International Grand Imam Conference 2026 yang diikuti lebih dari 40 imam besar dari berbagai negara, dan menyampaikan penting bagi masa depan bersama, yakni diplomasi keagamaan dan teologi lingkungan atau ekoteologi.
Seperti dikutip Humas Kemenag Riau, menurut dia peran imam di era modern selain pemimpin ibadah juga berperan sebagai pendidik perdamaian, pembangun jembatan antarkomunitas, dan diplomat masyarakat, termasuk dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
Karena itu, katanya berharap pertemuan para imam besar dunia di Jakarta menghasilkan kesepakatan mengenai diplomasi keagamaan dan memperkuat kesadaran bersama mengenai tanggung jawab manusia dalam menjaga alam.
"Di sinilah peranan penting hari ini, kita berkumpul bagaimana menggunakan bahasa agama untuk membangkitkan kesadaran kemanusiaan pada kita semua di kolong penghuni langit Tuhan Yang Maha Kuasa ini,” demikian Menag RI NAsaruddin Umar.