Riau alami inflasi 114,27 selama September 2026
Pekanbaru, (1/10) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat pada September 2026, Provinsi Riau mengalami inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,64 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 113,54 pada Agustus 2026 menjadi 114,27 pada September 2026.
"Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan (m-to-m) tertinggi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 1,76 persen dengan andil sebesar 0,58 persen," kata Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Riau, Dr. Fitri Hariyanti, S.ST., M.M., kepada media di Pekanbaru, Kamis.
Ia menyebutkan, kelompok pendidikan tercatat mengalami inflasi sebesar 0,55 persen dengan andil sebesar 0,03 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,27 persen dengan andil sebesar 0,03 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m adalah cabai merah, ayam hidup, cabai rawit, mobil, ikan serai, akademi/perguruan tinggi, bensin, bawang merah, udang basah, telepon seluler, roti manis, ikan nila dan beberapa komoditas lain," katanya.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada September 2026, antara lain: emas perhiasan, kentang, angkutan udara, bayam, tomat, terong, buncis, jeruk, ketimun, sawi putih/pecay/pitsai, kol putih/kubis, bawang putih dan kembang kol.
Namun kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang inflasi tahunan (y-on-y) terbesar kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,69 persen diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,62 persen, kelompok transportasi sebesar 0,59 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,32 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,20 persen.
Berikutnya , kelompok kesehatan dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing sebesar 0,09 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,08 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dan kelompok pakaian dan alas kaki masing-masing sebesar 0,03 persen.
Menurut wilayah, secara bulanan tercatat seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Riau mengalami inflasi. Tingkat inflasi m-to-m tertinggi terjadi di Kabupaten Kampar sebesar 0,82 persen dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,20 persen.
"Sedangkan secara tahunan pada September 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,79 persen, dan secara tahun kalender terjadi inflasi y-to-d sebesar 1,84 persen. Seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Riau mengalami inflasi secara y-on-y, tertinggi terjadi di Kampar sebesar 3,21 persen dan terendah terjadi di Kota Dumai sebesar 2,35 persen," demikian Dr. Fitri Hariyanti.