Kanwil Kementrian Haji dan Umroh Sumbar berupaya benahi kualitas layanan

Frislidia
Frislidia Pemred
10 Juni 2026 • 30 Pembaca
Kanwil Kementrian Haji dan Umroh Sumbar berupaya benahi kualitas layanan
📸 Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. M. Rifki, M.Ag saat menyambut kepulangan JH di Asrama Haji Padang, Rabu (10/6). Foto:FN/Deri.YF.
BPJS Kesehatan

Padang- Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. M. Rifki, M.Ag mengatakan pihaknya segera melakukan evaluasi dan berbenah lagi setelah mulai menyelesaikan secara bertahap pemulangan Jamaah Haji (JH) Sumbar ke tanah air.

"Evaluasi dilakukan agar Provinsi Sumbar juga mendapatkan penghargaan serupa dari  Mentri Haji Arab Saudi kepada sejumlah negara di dunia dan Indonesia belum masuk. Wajar Indonesia belum terima penghargaan karena pembentukan Kementrian Haji dan Umroh itu baru pertama kali," kata H. M. Rifki kepada frisnews.com saat menyambut kepulangan sejumlah JH Sumbar di Asrama Haji Padang  Rabu.

Menurut M. Rifki, pihaknya menyadari akan ada  yang perlu di perbaiki ke depan, ada kemungkinan timbul persoalan kecil di luar jangkauan panitia baik yang mucul di tanah air atau di tanah sucim,  itu akan menjadi bahan evaluasi untuk ditingkatkan di tahun depan.

Ia mengatakan  pihaknya akan terus belajar sebab dengan mencermati kekurangan ini dan terus berupaya untuk lebih meningkat kualitas layanan penyelenggaraan haji semoga tahun besok  bisa mendapatkan penghargaan dari Menteri Arab Saudi tersebut. 

"Perbaikan layanan haji sudah berjalan seperti pengawasan kesehatan JH. Alhamdullilah jumlah JH yang wafat di tanah suci asal embarkarsi haji Sumbar kini berukurang dibanding tahun lalu. Tahun 2026 JH yang meninggal hanya 7 orang berasal dari Sumbar 5 JH dan dari Bengkulu 2 JH," katanya. 

Ia menjelaskan pengawasan kesehatan mengacu pada serangkaian pemantauan, pembinaan, dan pemeriksaan medis yang dilakukan oleh pemerintah. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa jemaah memenuhi syarat istithaah yakni kemampuan fisik dan mental untuk menunaikan ibadah haji tanpa membahayakan keselamatan diri sendiri maupun jemaah lain. 

Ketujuh jamaah yang wafat di Arab Saudi adalah Tukiman Sadi Kromo Karso, Yunilis Muin, Sofian Arbi, Imam Kanapi Imam Qodir, Syamsu Kari Sudin, Mainusni Marukun dan Mustina Abdul Basir.

Almarhum/almarhumah wafat di tempat yang berbeda-beda yakni di rumah sakit maupun di hotel tempat yang bersangkutan menginap. Dari pemeriksaan medis, para haji asal Embarkasi Padang wafat karena serangan jantung akut, syok kardiogenik, penyakit jantung iskemik kronis hingga gagal napas akut.

"Dua orang dimakamkan di Makam Baqi Madinah dan empat lainnya di Saraya Suhada Al Haram," katanya.

Berdasarkan data Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, jumlah JH Sumbar mencapai 5.373 orang atau sebanyak 14 kelompok terbang (kloter). Total  JH awalnya Sumbar 3.959, tercatat 3.928 kuota  awal dan dari Provinsi Bengkulu ditambah ke Sumbar sebanyak 31 orang.   

Pewarta: Der Y.F.
Editor  : Frisnews.com.