Kemenag Siak tanam 1.347 bibit pohon di 449 titik,
Siak – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak menggelar Gerakan Ekoteologi melalui penanaman 1.347 bibit pohon yang tersebar di 449 titik, penanaman secara simbolis dipusatkan di Bumi Perkemahan Tengku Buang Asmara, Kampung Merempan Hilir, Kabupaten Siak, Jumat (23/10) 2028.
Penanaman pohon diawali oleh Wakil Bupati Siak Syamsurizal bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Fuadi Ahmad, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Mahadar, Kasat Binmas Polres Siak AKP. Eri Asman, SH. MH, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Siak.
Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengapresiasi inisiatif Kementerian Agama Kabupaten Siak yang menggerakkan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
"Gerakan penanaman pohon ini sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi tanggung jawab pemerintah, juga seluruh elemen masyarakat. Kita ingin menanamkan kesadaran bahwa alam harus dirawat bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” katanya.
Ia mengatakan penghijauan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada seremoni penanaman semata. Bibit pohon yang telah ditanam harus dirawat agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Ia juga berharap keterlibatan peserta kemah, khususnya generasi muda madrasah, dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan, merawat tanaman, serta membangun kepedulian terhadap kelestarian alam sejak dini.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Fuadi Ahmad, menyampaikan bahwa gerakan ekoteologi merupakan upaya untuk menanamkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai agama.
"Ekoteologi mengajarkan bahwa merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan. Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk menerjemahkan nilai-nilai agama ke dalam tindakan nyata, salah satunya melalui penanaman dan pemeliharaan pohon,” ujarnya.
"Semoga pohon-pohon yang ditanam hari ini menjadi simbol kegiatan, dan benar-benar tumbuh, dirawat, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Semangat ekoteologi harus terus hidup dalam keseharian kita, baik di lingkungan keluarga, madrasah, rumah ibadah, maupun masyarakat,” katanya.
Gerakan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kemah Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Ekoteologi Kabupaten Siak Tahun 2026. Melalui aksi penghijauan tersebut, nilai-nilai keagamaan diintegrasikan dengan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia dalam merawat bumi.
Pedoman & Standar Etik: Artikel ini disusun sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber (PPMS) dan Kode Etik Jurnalistik.
Apabila pembaca menemukan kekeliruan data atau ingin menyampaikan hak koreksi/hak jawab, silakan hubungi redaksi melalui Susunan Redaksi atau email frisnews1@gmail.com.