Koperasi Pucuk Rebung ekspor produk makanan ke Jepang

Frislidia
Frislidia Pemred
30 Juli 2026 • 7 Pembaca
Koperasi Pucuk Rebung ekspor produk makanan ke Jepang
📸 Ekspor perdana aneka produk makanan khas Riau ke Jepang. (Foto:FN/HO.Humas PHR).

Pekanbaru - Koperasi Pucuk Rebung binaan Pertamina Hulu Rokan (PHR)  mengekspor  ke Jepang aneka produk makanan ikan salai patin, pisang kipas rajawali, mi sagu bu Tuti & nastar sagu, bandrek Lazuhardy & emping alpukat, buah naga, madu murni, bakso olahan, hingga bumbu rendang khas. 

Tentu seluruh produk harus disesuaikan dengan kebutuhan, preferensi rasa, dan regulasi konsumen di masing-masing negara tujuan.

"Tidak pernah kami bayangkan  perkembangan  Koperasi UMKM Pucuk Rebung bisa sejauh ini. Berawal dari kesederhanaan dapur-dapur rumah tangga di  Pekanbaru, kini produk-produk olahan lokal ini tembus pasar internasional," Ketua Koperasi Pucuk Rebung Yuneli (49) di Pekanbaru, Kamis. 

Ia mengatakan untuk merek produksi dulu hanya dikenal di pasar lokal, kini justru bisa tembus  di rak-rak pusat jajanan Jepang, tentunya membawa harum nama bumi Lancang Kuning.

Tidak mudah bagi Yuneli bersama pelaku UMKM yang tergabung di Koperasi Pucuk Rebung sampai pada tahap ini. Butuh perjuangan dan keyakinan meski di tengah keterbatasan untuk menembus standar pasar internasional. Sebut saja, kapasitas produksi yang belum memenuhi standar ekspor, minimnya akses jaringan pasar dan buyer luar negeri, hingga belum terpenuhinya standar kemasan, keamanan pangan (food safety), dan dokumen ekspor yang disyaratkan negara tujuan menjadi tembok tinggi yang sulit ditembus.
 
Yuneli mengenang, kondisi sulit ini sempat membuat banyak produk khas Melayu Riau sulit berkembang, meski memiliki potensi dan cita rasa unggulan, sulit keluar dari pasar lokal. 

Akan tetpi ratusan UMKM yang tergabung di Koperasi Pucuk Rebung tidak tinggal diam. Mereka terus berupaya meningkatkan kualitas produk hingga naik kelas dan kini produk-produk unggulan meramaikan aneka kuliner mancanegara.
 
Keberhasilan Koperasi UMKM Pucuk Rebung menembus pasar internasional, menurut Yuneli, berkat binaan PHR yang secara konsisten mendampingi Pengembangan UMKM. Melalui Program Pengembangan UMKM, Ekonomi, Pemuda, dan Perempuan, PHR  memberikan pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi para pelaku usaha, juga memperkuat kapasitas Kelembagaan koperasi, mendukung penyediaan sarana dan prasarana produksi, serta membuka akses promosi dan jejaring pasar yang lebih luas. 

Berbagai pendampingan tersebut membantu UMKM memahami standar kualitas, keamanan pangan, pengemasan, hingga kebutuhan pasar ekspor yang menjadi syarat Utama untuk bersaing di Tingkat global. Selain dukungan dari PHR, pemerintah daerah dan instansi terkait turut mengambil peran penting melalui fasilitas berbagai persyaratan administrasi dan kelengapan dokumen ekspor, sehingga produk-produk UMKM binaan dapat menembus pasar internasional.

Jepang merupakan negara yang terkenal memiliki standar pengawasan kualitas dan keamanan pangan paling ketat di dunia. Koperasi ini harus melalui serangkaian tahapan yang tak mudah. Mulai dari komunikasi intensif dengan calon buyer, pengiriman sampel bertahap, penyesuaian desain dan fungsi kemasan, hingga pemenuhan administrasi ekspor. Perjuangan membuahkan hasil, ekspor perdana berhasil direalisasikan melalui pengiriman 400 pak Pisang Kipas Rajawali.
 
Sebelumnya, Koperasi UMKM Pucuk Rebung telah lebih dulu mengekspor produk ke Malaysia. Koperasi telah mencatatkan 4 kali pengiriman dengan nilai transaksi kumulatif mencapai puluhan juta rupiah.
 
"Pasar Jepang dikenal memiliki standar yang sangat tinggi, oleh karena itu, kami menjadikan setiap proses evaluasi sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas. Kami percaya bahwa mutu merupakan kunci utama agar produk UMKM dapat bertahan dan berkembang di pasar internasional,” katanya. 

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.