Pemerintah dorong Tanjung Leban Bengkalis jadi labotarium hidup pusat pembelajarn restorasi gambut
Pekanbaru- Pemerintah kini mendorong Kawasan Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, menjadi pusat pembelajaran mengenai restorasi gambut dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Sebab Tanjung Leban tercatat sebagai kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran hutan secara berulang dan degradasi gambut. Kondisi tersebut kemudian ditangani melalui pendekatan restorasi yang mencakup pemulihan kawasan, penanaman vegetasi endemik dan pengelolaan tata air," kata Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, kepada media di Bengkalis, Rabu.
Menurut dia, Tanjung Leban dulu terbakar berulang hingga mengakibatkan degradasi gambut namun kini sudah bisa menjadi baik. Proses pemulihan kawasan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti pada respons ketika terjadi
kebakaran. Restorasi ekosistem menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun ketahanan kawasan terhadap ancaman kebakaran.
"Wilayah yang dulu menjadi tempat kebakaran hutan berulang sekarang berhasil direstorasi. Ada proses pemulihan yang luar biasa terjadi, ada revigitasi menanam tanaman-tanaman endemik secara historis kultural diminati masyarakat lokal," jelasnya.
Karena itu kawasan Tanjung Leban menjadi objek kajian para ilmuwan untuk meneliti faktor-faktor proses restorasi berjalan dan berdampak terhadap kondisi kawasan. Pengalaman lokal bisa dikembangkan menjadi pengetahuan yang diterapkan di wilayah lain.
Selain itu nilai pembelajaran Tanjung Leban bahkan dapat melampaui konteks nasional menjadi percontohan sebagai kawasan memiliki potensi menjadi tempat penelitian lapangan bagi berbagai pihak yang ingin mempelajari restorasi ekosistem gambut.