BBPOM di Pekanbaru peringatkan masyarakat kandungan obat perusak otak, sebaiknya kembali minum jamu !
Pekanbaru- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru untuk kesekian kalinya memperingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi obat-obat tramadol, triheksifenidil, ketamin hingga dekstrometorfan, karena dapat memicu overdosis, kerusakan permanen pada otak atau saraf.
"Setelah merusak syaraf, jika mengonsumsi obat-obat tersebut dalam waktu lama karena efek candu obat tersebut, menjadi overdosis, bisa mengakibatkan gangguan mental berat dan kematian," kata Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander dalam keterangannya diterima frisnews.com, di Pekanbaru. Kamis.
Peringatan tersebut disampaikannya berkaitan aksi serentak secara nasional menyangkut "Aksi pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT)" dan dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama baru baru ini akibat kini penyalahgunaan OOT tersebut makin marak dan berada di level yang mengkhawatirkan sekaligus mengancam kualitas sumberdaya manusia.
Menurut dia, aksi nasional ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam upaya memperkuat benteng pertahanan preventif guna melindungi kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.
Selama ini, katanya menyebutkan, BPOM telah masif melakukan tindakan represif melalui penindakan dan intensifikasi pengawasan, akan tetapi upaya ini dinilai akan jauh lebih optimal jika diimbangi dengan aksi pencegahan (preventif) bersama-sama.
"Aksi nasional ini diikuti 24 perwakilan pemangku kepentingan utama di Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, kolaborasi ini penting lebih memastikan pengawasan dan edukasi berjalan dari hulu ke hilir," katanya.
Momentum aksi nasional ini juga disejalankan dengan aksi minum jamu bersama seluruh kepala instansi dan undangan dalam rangka memperingati 'Pekan Jamu Nasional'. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap program "Jawara" (Jamu Warisan Budaya Nusantara) yang digelorakan oleh BPOM.
Pada kesempatan itu seluruh pemangku kepentingan diajak untuk mengedukasi masyarakat agar kembali ke gaya hidup sehat dengan mengonsumsi obat bahan alam yang aman, bermutu, dan berkhasiat.
Langkah penuh kepedulian berbasis kearifan lokal ini diharapkan mampu menjadi benteng preventif yang kuat untuk mengalihkan perhatian masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya ketergantungan obat-obatan kimia tertentu yang rentan disalahgunakan. (fn/rls)
Editor frisnews.com
