Tim Manggala Agni padamkan hingga dinginkan titik api di tiga lokasi

Frislidia
Frislidia Pemred
30 Mei 2026 • 11 Pembaca
Tim Manggala Agni padamkan hingga dinginkan titik api di tiga lokasi
📸 Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menghadapi tantangan berbeda di setiap lokasi kejadian. (Foto:FN/Dok. Humas Pemprov Riau).
olret.com

Tim Manggala Agni  beberapa  hari terakhir hingga Sabtu (30/5),  berjibaku memadamkan hingga pendinginan di tiga titik utama, yakni Kandis, Kabupaten Siak, Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, serta Sokoi, Kabupaten Pelalawan.

"Masing-masing lokasi memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri sehingga membutuhkan strategi penanganan yang berbeda," kata Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto kepada media di Pekanbaru, Sabtu. 

Menurut dia, disetiap lokasi memiliki kondisi lapangan yang berbeda, seperti di Kandis kebakaran gambut yang masih aktif meski sudah turun hujan, di Pasir Limau Kapas adalah memastikan ketersediaan air untuk pemadaman, sementara di Sokoi tantangannya adalah luasan area terbakar yang cukup besar dengan asap tebal yang masih terpantau. 

Ia menjelaskan bahwa di Kandis, Kabupaten Siak, hujan yang sempat turun dalam beberapa hari terakhir ternyata belum mampu memadamkan seluruh titik panas yang berada di lahan gambut. Hasil pemantauan atau size up yang dilakukan tim pada pagi hari masih menemukan kepulan asap dari area terdampak.

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa api masih berpotensi bertahan di bawah permukaan gambut sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh," katanya.

Hasil lapangan tadi  pagi menunjukkan kondisi masih berasap, karena karakteristik gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan, tim terus melakukan penyekatan sisi timur dan menyelesaikan sisa api  agar kebakaran tidak terus masuk semakin dalam.

Berbeda dengan Kandis, katanya, operasi di Pasir Limau Kapas lebih banyak dihadapkan pada upaya menjaga keberlanjutan sumber air untuk pemadaman. Meski titik-titik asap masih terlihat di beberapa lokasi, dukungan alat berat dinilai sangat membantu mempercepat pekerjaan di lapangan.

"Alat berat yang berada di lokasi membantu menyediakan embung air dan membersihkan parit sehingga suplai air untuk kegiatan pemadaman tetap tersedia. Ini sangat penting karena keberhasilan operasi di lapangan sangat bergantung pada kecukupan sumber air," kata Ferdian.

Sementara itu, tantangan terbesar saat ini terlihat di Sokoi, Kabupaten Pelalawan. Tim Manggala Agni Daops Rengat yang tiba di lokasi pada dini hari langsung diterjunkan untuk memperkuat operasi pemadaman.

Dari hasil pemantauan drone pada Sabtu pagi, kebakaran di wilayah tersebut menunjukkan indikasi luasan yang cukup besar dan masih mengeluarkan asap tebal.

"Keputusan memfokuskan personel ke Sokoi merupakan langkah yang tepat. Hasil drone pagi ini memperlihatkan kondisi kebakaran yang cukup luas dan masih dalam proses estimasi. Asap tebal juga masih terlihat sehingga dua tim kami bagi untuk memukul kepala api dan sayap api agar penyebaran dapat segera dikendalikan," katanya. (rls).

editor:frisnews.com.