Manggala Agni tambah regu padamkan api di lima kabupaten
Pekanbaru- Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera menambah regu untuk memadamkan api yang memabkar hutan dan lahan di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hulu.
"Tim Manggala Agni masih memadamkan api sejak Senin (10/8) hingga Selasa dini hari (11/8) di tujuh lokasi yang tersebar di beberapa kabupaten di Riau," kata Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, dalam keterangannya kepada media di Pekanbaru, Selasa.
Ia menyebutkan di wilayah Daops Dumai dan Siak, operasi pemadaman meliputi Kelurahan Pematang Pudu serta Desa Buluh Apo di Bengkalis, Kepulauan Palika di Rokan Hilir, dan Desa Bunsur di Siak. Khusus penanganan di Kepulauan Palika, petugas di lapangan mendapat tambahan perkuatan satu regu personel bantuan dari Daops Labuhan Batu, Sumatera Utara.
Sementara itu, untuk penanganan karhutla di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, operasi pemadaman telah memasuki hari ke-12 dengan perkiraan luas area terbakar mencapai 64 hektare.
"Dari total luas lahan gambut yang terbakar di lokasi tersebut, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 11,05 hektare," katanya.
Ferdian menjelaskan bahwa pemadaman api di Kerumutan belum banyak terkendali karena api masih menyala pada bagian bawah, permukaan, hingga tajuk vegetasi. Status masih belum padam, masih ada api aktif di bawah, permukaan, dan tajuk, serta terdapat pulau-pulau api yang harus segera ditangani.
Di lokasi Kerumutan, tim Manggala Agni Daops Rengat bersama unsur TNI, Polri, serta RPK PT Gandaerah Hendana mulai memfokuskan strategi pada tahap penyisiran (mopping-up). Petugas dibagi menjadi dua kelompok untuk menyisir sisa bara api di lahan gambut mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.30 WIB dengan memanfaatkan sumber air yang ada.
Pada lokasi lain, kebakaran besar juga melanda Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, yang telah memasuki hari ke-8 dengan perkiraan luas terbakar sementara mencapai 50 hektare. Pada lokasi ini, api membentang sepanjang 2,25 kilometer dari barat ke timur serta 3 kilometer dari utara ke selatan.
Untuk membendung penjalaran api di Indragiri Hulu, tim melakukan pemadaman langsung menggunakan mesin pemadam serta membangun sekat bakar sepanjang 700 meter dan tujuh embung air. Meski demikian, kendala utama yang dihadapi petugas adalah keberadaan kepala api di sisi timur yang belum bisa dijangkau akibat ketiadaan akses jalan.
Guna menembus hambatan geografis tersebut, tim gabungan mulai mengerahkan alat berat untuk membuka jalur masuk serta melanjutkan pembuatan sekat bakar sepanjang 1,3 kilometer. Penanganan di Indragiri Hulu melibatkan kolaborasi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD-PKP Indragiri Hulu, BBKSDA Riau, serta RPK PT Teso Indah, PT MKS, dan PT TPP.
"Selain mengandalkan pemadaman darat, operasi di wilayah Pelalawan dan Indragiri Hulu juga diperkuat oleh dukungan dua unit helikopter pemadam (water bombing). Ferdian memastikan seluruh personel akan kembali melanjutkan operasi pemadaman pada Selasa (11/8/2026) hingga seluruh titik api dinyatakan benar-benar padam," demikian Ferdian Krisnanto.