Seratusan warga Tanah Putih diedukasi hindari obat dan pangan mengandung bahan berbahaya
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru, kembali kini menggencarkan edukasi tentang pangan mengandung bahan berbahaya bagi seratusan warga Tanah Putih, Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau,
"Edukasi tentang pangan mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil yang sering kali disalahgunakan oleh oknum pedagang nakal untuk mencari untung besar itu justru bisa merusak kesehatan," kata Kepala BBPOM di Pekanbaru Alex Sander dari Rokan Hilir kepada frisnwes.com, Selasa.
Alex Sander mengapresiasi warga desa karena mereka antusias menyimak materi mengenai pentingnya kesehatan pangan. Juga ada yang bertanya tentang kosmetik yang aman dipakai dan lain-lain.
Edukasi ini, kata Alex, penting untuk lebih meningkatkan kemandirian warga dalam memilih produk yang aman untuk dikonsumsi keluarga sehari-hari.
"Karena itu sebagai lembaga pengawas yang menjadi garda terdepan pelindung kesehatan masyarakat, BBPOM juga memerlukan peran aktif masyarakat sebagai konsumen, sebab pengawasan bukan hanya tugas pemerintah saja," katanya.
Sebagai tokoh masyarakat, dr. Maharani sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI itu, mengajak seluruh warga Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rohil untuk menjadi konsumen yang cerdas dan kritis.
"Mencegah penyakit melalui pemilihan pangan yang aman jauh lebih baik dan murah daripada mengobati, kesehatan paling penting dan utama di atas segalanya," katanya.
Warga yang hadir sangat aktif dalam sesi tanya jawab, terutama mengenai cara mengecek legalitas produk secara mandiri melalui aplikasi ponsel.
Melalui kegiatan ini, BBPOM di Pekanbaru dan dr. Maharani berharap warga Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir tidak lagi hanya menjadi pembeli pasif, melainkan menjadi agen perubahan yang mampu memutus rantai peredaran produk ilegal di lingkungannya. (fn).
