Rektor: Universitas Andalas raih akreditasi institusi unggul dari BANPT
Padang- Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D mengatakan universitas yang berdiri pada tahun 1956 itu, meraih akreditasi institusi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) dan berlaku hingga Desember 2028.
"Ini menjadi bukti bahwa setiap proses pendidikan yang dijalani mahasiswa memenuhi standar tertinggi yang ditetapkan negara," kata Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D saat mewisuda 660 mahasiswa teridiri dari prodi S3, S2, Si dan Diploma III, di auditorium Kampus Limau Manis, Padang, Sabtu.
Menurut dia, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 57 persen program studi di Unand telah meraih akreditasi unggul dan Unand terus berupaya meningkatkan angka ini agar Unand tetap menjadi unggul.
Ia menyebutkan, pengakuan reputasi global, Universitas Andalas kembali masuk dalam pemeringkatan dunia Times Higher Education (THE) 2025, meraih peringkat ke-8 secara nasional naik dari posisi 10 tahun sebelumnya.
"Unand berada pada posisi 201–250 dunia dalam Interdisciplinary Science Ranking THE. Ini adalah bukti bahwa nama Universitas Andalas kini dikenal tidak hanya di Sumatera, di Indonesia bahkan di panggung internasional," katanya.
Untuk mendukung peringkat unggul itu, katanya, sepanjang 2025, Unand juga telah menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada ijazah sebagai modernisasi layanan akademik, menghadirkan platform MyUNAND untuk kemudahan akses layanan bagi mahasiswa dan alumni.
Unand juga mengoperasikan sistem SAKU Digital untuk semuanya efisiensi diperkuat keuangan dengan beroperasinya Pusat Layanan Terpadu sebagai layanan administrasi satu pintu akademik.
Lulusan Unand, katanya, terus bertambah, tercatat tahun 2025 sebanyak 8.180 wisudawan. Komunitas besar Unand kini mencakup lebih dari 32.000 mahasiswa aktif, dengan lebih dari 156 program studi dari jenjang diploma hingga doktoral. Selain itu Unand terus meningkatkan inklusivitas layanan bagi semua mahasiswa.
"Kehadiran Juru Bahasa Isyarat (JBI) pada wisuda ini merupakan salah satu wujud komitmen tersebut. Kami memberikan apresiasi khusus kepada Rafael Fadly Harianja, mahasiswa disabilitas rungu dari Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian, yang diwisuda hari ini," katanya.
Keberhasilan Rafael adalah kebanggaan bersama yang menunjukkan bahwa kesempatan akademik harus terbuka bagi seluruh anak bangsa.
Mahasiswa Unand, katanya, harus siap menjadi "future ready" artinya mampu berkolaborasi lintas batas, lintas disiplin, lintas budaya dan lintas generasi, namun tetap berpegang pada nilai dan integritas, di tengah tekanan dan godaan yang akan datang silih berganti. (FN)
