Plt Gubernur Riau minta daerah siaga karhutla

Fl
Fl Admin
28 April 2026 • 28 Pembaca
Plt Gubernur Riau minta daerah siaga karhutla
📸 Kondisi karhutla Riau beberapa tahun terakhir. (dok. Humas Pemrov Riau, fn).
olret.com
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto meminta seluruh daerah di provinsi itu siaga  dan serius menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026.

"Sebab berdasarkan  data BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih kering dari normal, datang lebih awal, dan berdurasi lebih panjang akibat potensi El Niño," kata SF Hariyanto dalam keterangannya diterima frisnews.com, di Pekanbaru, Selasa.  

SF Hariyanto meminta daerah agar  tidak muncul perbedaan tingkat kesiapsiagaan di tengah ancaman musim kemarau ekstrem akibat Super El Niño.

Permintaan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan karhutla yang digelar di aula Tribrata Polda Riau, baru-baru ini  diikuti oleh TNI-Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan langkah penanganan berjalan terkoordinasi dan terpadu.

Ia menyebutkan,  sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026. Dari 12 kabupaten/kota, 10 daerah sudah menetapkan status siaga, namun masih ada 2 daerah yang belum, yaitu Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kuantan Singingi.

"Saya minta ini segera ditindaklanjuti," katanya. 

Pemprov Riau juga telah menyiapkan dukungan sumber daya secara konkret untuk mendukung penanganan karhutla. Selain itu, kesiapsiagaan telah diperkuat melalui pelaksanaan apel siaga karhutla sebanyak tiga kali di berbagai lokasi. Apel siaga pada 5 Maret 2026 di Lanud Roesmin Nurjadin bersama Menko Polhukam, kemudian 25 April 2026 di Rumbai dan 26 April 2026 di Dumai bersama Menteri Lingkungan Hidup. 

"Pada 25 April 2026 telah dilaksanakan rapat koordinasi pengendalian karhutla Provinsi Riau yang dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup di Pekanbaru. Semua pihak harus bergerak dalam satu komando, dengan koordinasi yang kuat dan tindakan yang cepat, agar upaya pengendalian karhutla dapat berjalan efektif," demikian SF Hariyanto.(fn).