Atraksi kesenian rarak dan calempong Kuansing yang menghibur kafilah MTQ XLIV Riau 2026

Frislidia
Frislidia Pemred
26 Juni 2026 • 18 Pembaca
Atraksi kesenian rarak dan calempong Kuansing yang menghibur kafilah MTQ XLIV Riau 2026
📸 Atraksi seni lokal rarak dan calempong menghibur kafilah MTQ XLIV Riau 2026, di Kabupaten Kuantan Singingi. (Foto:FN/Dok.Humas Kemenag Riau).

Riau- Atraksi rarak atau calempong yang dimainkan oleh para seniman lokal itu, menjadi salah satu kesenian tradisional khas Kabupaten Kuantan Singingi,  Provinsi Riau saat menghibur para tamu kafilah  Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XLIV Tingkat Provinsi Riau tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (25/6/2026).

Alunan musik tradisional yang khas tersebut sekaligus sebagai bentuk penghormatan masyarakat Kuantan Singingi kepada seluruh kafilah yang datang.  Irama yang dinamis dan penuh semangat mencerminkan keramahan tuan rumah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada para peserta MTQ dari seluruh penjuru Riau.

Kesenian ini salah satu warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang terus lestari. Perpaduan harmonis penampilan  alat musik tradisional, terdiri dari calempong (talempong) sebagai instrumen utama, gondang (gendang) sebagai pengatur ritme, oguang (gong) yang menghasilkan bunyi penanda, serta barabano (rebana)  menambah semarak dan nuansa khas Melayu.

"Aktraski seni rarak atau calempong merupakan kesenian tradisional yang menjadi identitas masyarakat Kuantan Singingi dan selalu ditampilkan dalam berbagai kegiatan penyambutan tamu," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi Suhelmon.
 
Pertunjukan seni ini, katanya istimewa sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada seluruh kafilah yang datang dari kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. 

Setiap daerah katanya, tentu memiliki kesenian khas yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Karena itu, momentum MTQ menjadi sarana yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kuantan Singingi kepada para peserta dan undangan.

"Kalau di Kabupaten Bengkalis dikenal dengan kesenian kompang sebagai tradisi penyambutan tamu, maka di Kuantan Singingi kami memiliki rarak atau calempong. Penampilan seni ini mempromosikan bahwa Kuantan Singingi juga memiliki warisan budaya yang kaya dan terus dilestarikan," katanya. 

Penyambutan dengan kesenian tradisional ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang syiar Al-Qur'an, tetapi juga momentum pelestarian budaya lokal yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan masyarakat Melayu. Aktraksi seni rarak dan calempong ini turut memperkuat identitas Kabupaten Kuantan Singingi sebagai tuan rumah MTQ XLIV Provinsi Riau Tahun 2026.

Melalui perpaduan syiar Islam dan pelestarian budaya daerah, MTQ XLIV Tingkat Provinsi Riau diharapkan tidak hanya melahirkan generasi Qurani yang berprestasi, tetapi juga semakin memperkokoh kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Riau.