Koperasi Merah Putih kecewa Bulog hentikan distribusi MinyaKita

Frislidia
Frislidia Pemred
25 Juni 2026 • 12 Pembaca
Koperasi Merah Putih kecewa Bulog hentikan distribusi MinyaKita
📸 Penghentian distribusi MinyaKita ke Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) menuai protes, di Pekanbaru, kamis (25/6) 2026. (Foto:FN/Dok. KKMP).

Pekanbaru-Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Widde Munadir, menyatakan pihaknya kecewa atas kebijakan penghentian distribusi MinyaKita oleh Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih yang telah menjadi mitra Bulog di Kota Pekanbaru.

"Kebijakan berdampak langsung terhadap pelaku UMKM dan masyarakat, bahkan ini telah memasuki pekan kedua," kata Widde Munadir kepada media di Pekanbaru, Kamis.

Menurut dia, UMKM di Pekanbaru dan sekitarnya justru mengandalkan pasokan barang kebutuhan pokok itu dari KKMP  sebagai mitra Bulog seharusnya KKMP menjadi bagian dari solusi dalam memperlancar distribusi kebutuhan pokok, khususnya Minyakita, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Jika distribusi MinyaKita berjalan lancar melalui KKMP, katanya maka potensi lonjakan harga MinyaKita di tingkat masyarakat dapat ditekan. Saat ini harga MinyaKita di sejumlah pedagang mulai mendekati harga minyak goreng premium.

"Karena itu Bulog, dan kementerian terkait dapat segera mencarikan solusi agar distribusi MinyaKita kepada KKMP kembali berjalan normal sehingga tujuan program untuk menghadirkan sembako murah bagi masyarakat dapat tercapai," katanya.

Ia juga menilai bahwa  mekanisme pengangkutan yang diterapkan dalam penyaluran MinyaKita justru ada beban biaya distribusi yang cukup tinggi dibandingkan pola pengambilan langsung ke gudang.

"Ini ada perbedaan biaya distribusi tinggi di Bulog Riau. Jika melalui pihak ketiga dikenakan biaya sekitar Rp3.800 per karton, sementara dengan  mitra BUMN lain, KKMP bisa mengambil langsung ke gudang, dengan biaya angkut justru lebih murah  hanya Rp500 hingga Rp700 per karton," katanya.

Berdasarkan pengakuan  pelaku UMKM Robiah, bahwa pihaknya  membeli MinyaKita di KKMP jauh lebih murah dibanding toko grosir yang harganya perkarton bisa mencapai Rp215.000 per karton. 

Semoga katanya, momentum Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 ini, bisa menjadi titik awal memperkuat keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat dan koperasi menjadi instrumen ekonomi rakyat yang mandiri.

Pakar Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Riau, Dr. Dahlan Tampubolon, S.E., M.Si mengatakan secara umum dihentikannya pasokan MinyaKita ke KKMP karena penyesuaian kebijakan, yakni Permendag 43/2025, stoknya terbatas, masalah mitra distribusi, juga soal logistik yang kurang efisien karena koperasi tidak bisa langsung ke gudang. 

"Di Permendag  disebutkan penyalur hanya pengecer yang mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB). Bisa saja tidak semua anggota KMP punya NIB yang sesuai," demikian Dahlan Tampubolon. 


Pewarta:FL
Editor:frisnews.com