Kue talam durian sepanjang 1 km dinikmati gratis pengunjung car free day
Pekanbaru- Kue talam durian terbuat antara lain dari beras ketan, daun pandan, daging durian dan tepung maizena sepanjang 1 km itu digelar di arena car free day (cfd) Pekanbaru, dinikmati para pengunjung secara gratis Minggu (21/6), satu rangkaian memeriahkan peringatan Hari jadi Kota Pekanbaru ke 242.
"Pengunjung silahkan menikmati kue tradisional khas Melayu ini. Pembuatan kue ini melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini memproduksi dan menjual kue tersebut," kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pekanbaru, Minggu.
Perhelatan akbar ini mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Selain menjadi ajang promosi kuliner khas Melayu, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap pemberdayaan ekonomi UMKM lokal.
Agung mengatakan, kegiatan ini mencerminkan kuatnya nilai-nilai moderasi beragama yang tumbuh dan berkembang di Kota Pekanbaru. Ribuan warga yang berasal dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan profesi dapat berkumpul dalam suasana yang harmonis, saling menghormati, serta menikmati kebersamaan tanpa sekat perbedaan.
"Semangat ini menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan damai," katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi menilai kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat dalam festival tersebut merupakan cerminan nyata implementasi moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
"Moderasi beragama selain hubungan antarumat beragama, tetapi juga bagaimana masyarakat membangun sikap saling menghormati, menghargai keberagaman, dan memperkuat persatuan. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa masyarakat Pekanbaru mampu merawat kerukunan dan kebersamaan sebagai modal penting pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, semangat Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 hendaknya menjadi momentum untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga harmoni sosial, serta mendukung program prioritas Kementerian Agama dalam meningkatkan kerukunan umat beragama dan cinta kemanusiaan.
"Kegiatan yang melibatkan pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat dari berbagai latar belakang ini menjadi bukti bahwa warga Pekanbaru mampu menjaga harmoni sosial sebagai modal penting pembangunan daerah," tutur Muliardi.
Melalui perayaan yang meriah dan penuh keakraban ini, Pekanbaru kembali membuktikan sebagai kota berkembang dalam aspek pembangunan dan ekonomi, juga mampu menjaga nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis, maju, dan bermartabat. (rls)
Editor: frisnews.com