Pemrov Riau minta APKASINDO tetap perjuangkan kepentingan petani
Pemerintah Provinsi Riau, untuk kesekian kali meminta Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Riau tetap memperjuangkan kepentingan petani sekaligus mendukung pembangunan perkebunan yang berkelanjutan.
"Sebab APKASINDO memiliki posisi strategis sebagai wadah yang mampu menjembatani aspirasi petani dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lain, sehingga berbagai tantangan yang dihadapi petani dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama," kata Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi kepada media di Pekanbaru, Kamis.
Permintaan tersebut disampaikannya dalam acara pelantikan Pengurus DPW APKASINDO Provinsi Riau Masa Bakti 2025–2030 di Pekanbaru.
Menurut dia, APKASINDO bisa meningkatkan kapasitas petani melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan penguatan kelembagaan agar petani semakin mandiri dan berdaya saing,
Karena itu, katanya lagi, pengurus yang baru dilantik semoga dapat makin solid dan mampu menjalankan program-program yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani sawit di daerah ini apalagi sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran yang sangat strategis dalam menopang perekonomian daerah.
"Komoditas unggulan tersebut selain berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan. Karena itu APKASINDO harus mampu menghadapi berbagai kendala dan tantangan," katanya.
Ia menyebutkan tantangan yang dihadapi sektor perkebunan saat ini semakin beragam, mulai dari peningkatan produktivitas, peremajaan kebun rakyat, hingga tuntutan penerapan praktik perkebunan yang berkelanjutan. Perlu sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi petani, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Ketua DPW APKASINDO Provinsi Riau, K.H Suher mengapresiasi dukungan Pemprov Riau terhadap penguatan organisasi petani sawit, diyakini memotivasi APKASINDO untuk terus berkontribusi dalam memajukan sektor perkebunan rakyat di daerah.
"Kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan petani sawit serta memperkuat peran organisasi sebagai wadah yang mampu memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat," ujarnya.
Sedangkan kepengurusan yang baru akan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani, penguatan kelembagaan organisasi, mendorong berbagai program yang mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. (rls).
Editor:Frislidia